A. Rangkaian Kegiatan
Kegiatan Seminar Kesetaraan Gender ini diikuti secara antusias oleh sejumlah peserta dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Seminar ini secara khusus dirancang dengan tujuan utama untuk membekali para mahasiswa dengan pengetahuan fundamental dan mendalam mengenai konsep Gender, khususnya dalam konteks keagamaan, sosial, dan isu kekerasan berbasis gender (KBG). Diharapkan, melalui pemahaman ini, mahasiswa PAI dapat menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi nilai kesetaraan dan keadilan gender.
Keberhasilan seminar ini tercermin dari tingkat partisipasi, kedalaman diskusi, dan keberanian peserta dalam menyuarakan isu melalui sesi aksi kampanye. Pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh diharapkan tidak berhenti di ruang seminar, melainkan diimplementasikan dalam praktik pengajaran, dakwah, dan interaksi sosial mereka kelak. Seminar ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan lulusan PAI yang memiliki wawasan luas, berperspektif adil gender, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan integritas dan kepekaan sosial, terutama dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan setara bagi semua.
1. Pembukaan Kegiatan
Moderator membuka kegiatan Seminar Kesetaraan Gender dengan salam pembuka dan ucapan terima kasih kepada pemateri serta seluruh peserta yang hadir. Moderator kemudian menjelaskan secara ringkas rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan, meliputi pembukaan, pembacaan Curriculum Vitae (CV) pemateri, sesi pemaparan materi, aksi kampanye, diskusi, hingga penutupan. Setelah pengantar, moderator membacakan CV pemateri dan mempersilakan pemateri untuk memulai pemaparan materinya.
2. Isi Kegiatan
Kegiatan inti diisi dengan pemaparan materi yang bertema "Diam atau Bersuara? Kekerasan Berbasis Gender dalam Kampus" yang dibawakan oleh pemateri, Ibu Dr. Naeila Rifatil Muna,. M.Psi, Demisioner HMJ PAI periode 2023-2024. Setelah pemaparan materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Aksi Kampanye berupa bermain peran (simulasi) yang dilakukan oleh perwakilan peserta. Sesi bermain peran ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata mengenai kasus KBG dan cara penanganannya, sekaligus meningkatkan empati dan kesadaran peserta. Sesi dilanjutkan dengan diskusi terbuka terkait isu gender dan kekerasan berbasis gender, yang melibatkan partisipasi aktif dan tanya jawab dari seluruh peserta seminar.
3. Penutupan Kegiatan
Seminar Kesetaraan Gender ini diakhiri dengan penyampaian kesimpulan dan poin-poin penting dari seluruh sesi diskusi oleh moderator. Setelah sesi kesimpulan, kegiatan ditutup secara resmi dan dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama, mengabadikan momen penting dari proses pembelajaran dan komitmen bersama terhadap isu kesetaraan gender.
Komentar
Posting Komentar