A. Rangkaian Kegiatan
1. Pembukaan Kegiatan
Pada hari Sabtu, 23 Agustus 2025, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan telah melaksanakan agenda bulanan yaitu Kabilah Eps. Ditera (Diskusi Terbuka) dengan tema “IPK Tinggi vs Skill Organisasi: Mana yang Lebih Penting?”. Agenda ini diisi oleh saudari Seli Silvia, S.Pd., selaku Alumni Jurusan Pendidikan Agama Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Tahun 2025 dan dimoderatori oleh saudari Siti Salwa Salsabila selaku Anggota Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Periode 2025–2026.
2. Isi Kegiatan
Kajian ini membahas kehidupan mahasiswa secara menyeluruh, yang seringkali digambarkan sebagai siklus kehidupan mahasiswa. Materi diawali dengan pembahasan Antropologi Kampus, yang memandang mahasiswa sebagai pemeran utama dan agen perubahan (agent of change) dalam kehidupan kampus. Mahasiswa juga disebut sebagai komponen utama karena di situlah mereka berproses mengembangkan diri, sekaligus menjadi unsur terbanyak di luar civitas akademika.
Pemantik juga menjelaskan tipologi mahasiswa yang mencerminkan karakter mereka selama di kampus, seperti mahasiswa apatis yang acuh terhadap lingkungan sekitar, mahasiswa pragmatis yang mengutamakan hal-hal praktis dan instan, mahasiswa hedonis yang lebih fokus pada kesenangan, mahasiswa agamis yang aktif dalam kegiatan bernuansa keagamaan, mahasiswa study oriented yang fokus mengejar IPK tinggi, mahasiswa idolisasi yang mengidolakan seseorang secara berlebihan, mahasiswa aktivis yang aktif di intra maupun ekstra kampus, serta mahasiswa idealis yang memiliki semangat tinggi untuk berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan memperjuangkan nilai kebenaran.
Kemudian, kajian ini membandingkan antara bidang akademik dan organisasi. Akademik adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan, pendidikan tinggi, dan penelitian, yang berfokus pada proses belajar mengajar, tugas, serta evaluasi pembelajaran dengan hasil berupa penguasaan materi, nilai baik, dan pemahaman teoritis. Sementara itu, organisasi didefinisikan sebagai pola hubungan antarindividu dalam rangka mencapai tujuan bersama. Organisasi memiliki tujuan membentuk jiwa kepemimpinan, mengembangkan kemampuan sosial, dan memperluas jaringan, dengan hasil berupa keterampilan komunikasi, manajemen waktu, dan pengalaman praktis.
3. Penutupan Kegiatan
Pemantik menegaskan bahwa hubungan antara akademik dan organisasi tidak dapat dibandingkan, melainkan harus disandingkan. Keduanya memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter mahasiswa, sehingga harus dijalani secara seimbang. Organisasi bukan sekadar beban atau penghalang, melainkan peluang untuk mengembangkan potensi, memperluas wawasan, dan memperbanyak relasi, asalkan dikelola dengan baik tanpa mengganggu prestasi akademik. Sebagai strategi, pemantik menyarankan pembuatan skala prioritas, manajemen waktu yang baik, menemukan passion, merancang agenda, fokus pada tujuan, dan melakukan evaluasi diri secara berkala.
Komentar
Posting Komentar